Ground Breaking di laksanakan, KR Batam segera di bangun.

BERITA | 21 April 2015 | Muhammad Djohari

“Ground Breaking” KR Batam yang dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2014 menandai dimulainya pembangunan Kebun Raya Batam dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE., Kepala LIPI yang diwakilkan oleh wakil kepala LIPI Dr. Ir. Djusman Sajuti, Gubenur Kep. Riau H. Muhammad Sani dan Walikota Batam H. Ahmad Dahlan.

Pembangunan KR Batam menggunakan dana APBN Kementerian PU senilai Rp. 21 miliar yang dititikberatkan pada Zona Penerima. Fasilitas yang akan dibangun tersebut meliputi gerbang utama, jalan masuk (entrance), pedestrian, taman, gedung pengelola, rumah kaca, serta sarana dan prasarana lainnya. Pada tahun berikutnya, Kementerian PU berencana akan mengembangkan Zona Koleksi yang meliputi "landscape" kawasan, rumah tamu dan infrastruktur pendukung lainnya. Selain itu, juga akan dibangun waduk yang akan menjadi pembatas antara Zona Penerima dan Zona koleksi.

Pembangunan kebun raya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditujukan untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih layak huni dan berkelanjutan. Hal itu karena RTH dapat berfungsi sebagai infrastruktur hijau yang turut membentuk ruang kota yang harmonis untuk memenuhi kebutuhan ekologis dan keindahan kota, maupun sebagai pembatas ruang secara planologis dan pembangunan kebun raya merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk menambah RTH di kawasan perkotaan, selain fungsi lainnya yaitu konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala LIPI, Djusman Sajuti menyatakan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mencapai 10 persen total kekayaan yang ada di dunia. Namun, kekayaan itu terus berkurang, seiring dengan kerusakan hutan yang terjadi di beberapa daerah.

Menteri PU, Djoko Kirmanto, ingin menjadikan Kebun Raya Batam berstandar world class, bertaraf internasional dan bisa menjadi yang terbaik di dunia.

Kementerian PU siap mendukung seluruh infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun Kebun Raya Batam menjadi pusat konservasi tingkat dunia. Ia berharap, Kebun Raya Batam bisa segera selesai dan dapat dinikmati masyarakat dalam waktu dekat, karena berdasarkan pengalaman di Kalimantan, pembangunan Kebun Raya Balikpapan membutuhkan waktu sembilan tahun.

Menteri PU mengatakan, pihaknya berencana membangun 47 kebun raya di seluruh Indonesia, sesuai dengan jumlah ekoregion yang ada di nusantara. Namun, dari 47 rencana itu,  Kementerian PU bersama dengan LIPI telah menetapkan 12 Kebun Raya yang diprioritaskan penanganannya di kurun waktu 2015-2019. Namun, Kementerian PU dan LIPI juga berkomitmen untuk mendorong 35 KR lainnya yang sedang diupayakan perwujudannya.

Dukungan Kementerian PU tersebut berupa bantuan pendanaan baik yang bersifat software seperti penyusunan Detail Engineering Desain (DED), review Masterplan, serta bersifat hardware yaitu pembangunan infrastruktur pendukung kebun raya.