Ide Gila Pembangunan Kebun Raya Indrokilo Boyolali

BERITA | 28 Februari 2018 | Nisfal Filsa

JAKARTA – Konsep pembangunan Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) disebut sebagai sebuah ide gila. Sebuah tempat yang dalah satunya dimaksudkan sebagai tempat konservasi ini disampaikan Bupati Boyolali, Seno Samodro dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Bekelanjutan di Ballroom 1 Hotel JS Luwansa Jakarta pada Selasa (27/2).

Bertindak sebagai narasumber Bupati Seno selaku perwakilan pemerintah daerah yang memiliki inisiasi dalam pembangunan kebun raya yang berlokasi di Kampung Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo ini terwujud setelah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU-Memorandum of Understanding dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2013 silam.

“Saya tiga kali menang Pilkada. Jadi saya berpikir ide gila yang membuat tergelitik apa yang saya wariskan untuk anak cucu. Ide pembangunan kebun raya ini saya usung menjadi visi dan misi saya,” terang Seno.

Kebun raya ini terang Seno mendukung konsep Boyolali menjadi water city, green city dan smart city. Selain untuk mendukung kepentingan konservasi juga sebagai sarana penyediaan ruang terbuka hijau, wisata penelitian dan pendidikan.

Dari luasan lahan dan anggaran yang disediakan Pemkab Boyolali sangat luar biasa dalam mewujudkan KRIB ini.

“Untuk Kebun Raya Indrokilo saya sediakan lahan seluas 8,9 hektare saya perkirakan tahun 2019 sudah jadi dan bisa dilaunching,” imbuh Seno.

Gelontoran anggaran untuk pembangunan fisik dimulai tahun 2016 dengan anggaran yang menyentuh angka Rp 5,7 miliar dan non fisik mencapai Rp 987 juta. Pada tahun 2017 dengan anggaran fisik mencapai Rp 9,3 miliar serta non fisik mencapai Rp 549 juta. Sementara untuk tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar 236 juta.

Jika sudah jadi, jelas Bupati Seno untuk memasuki kawasan KRIB diwacanakan tidak dipungut biaya alias gratis. Namun pengunjung tidak bisa membawa kendaraan bermotornya berada di kawasan kebun raya. Kendaraan bermotor harus diparkir di area parkir yang disediakan. Sementara untuk berkeliling disediakan sepeda angin yang dapat disewa oleh pengunjung. Kemudian pihaknya mempersilakan semua orang memanfaatkan area kebun raya untuk berbagai kegiatan.

“Kebun raya nantinya akan dibuka gratis segera dilengkapi dengan bangunan yang artisitik dan akan buka pada day and night [siang dan malam],” tandas Bupati Seno.

Selain Seno Samodro ada tiga narasumber dalam FGD yang digagas Yayasan Kebun Raya Indonesia tersebut. Hadir peneliti Senior Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Djoko Ridho Witono dan General Manager of Corporate Affairs dan Sustainability The Body Shop Indonesia Rika Anggraini. Sementara satu lagi yakni Wakil Bendahara Yayasan Kebun Raya Indonesia Karen Tambayong.

Sumber: jatengprov.go.id