Pulau Batam yang terletak kurang dari 20 km dari Singapura, bagi para pelaku bisnis, telah dikenal sebagai kota perdagangan dan industri, begitu juga halnya bagi para wisatawan, letaknya yang berdekatan dengan Negara Singapura membuat Batam menjadi tempat penyebrangan utama bagi para wisatawan, sehingga wajar jika Kota batam sekarang telah menjadi kota industri , kota dagang dan kota pariwisata dengan kunjungan wisatawan luar negeri melebihi 1 juta orang pertahunnya. Namun tanpa kita sadari, Batam yang berkembang dengan pesat baik dari segi perekonomian maupun kependudukan, telah menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan terutama kawasan hutan dan pesisir (mangrove) semakin tergerus oleh abrasi sehingga luasnya terus berkurang. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kota Batam berencana membangun sebuah kebun raya yang merupakan salah satu bentuk konservasi alam, agar 58,57% dari total daratan atau sekitar 23.430 ha dari luas wilayah Pulau Batam yang merupakan kawasan hutan dapat terselamatkan.

Kewenangan

Pemerintah Kota Batam

Masterplan

2008, direview 2013

Mou

2012, diperpanjang 2017

AMDAL

2012

Koordinat Lokasi

1o 10’ 22” LS dan 104o 4’ 42” BT

Kelembagaan

UPTD Kebun Raya Batam, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam

Luas

86 ha

Tema Koleksi

Tumbuhan Pulau-Pulau Kecil Indonesia

Taman Tematik

Taman tematik warna warni dan taman tematik palem

Alamat  

Jalan Hang Lekiu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam

Kontak  

-

Secara administratif kawasan Kebun Raya Batam terletak di Kelurahan Sambau Kacamatan Nongsa, berada di tepi Jalan Hang Lekiu Km. 4 – Nongsa. Lokasi tersebut mempunyai luas 86 ha dan berjarak 10 Km dari Bandara Hang Nadim atau 15 Km dari Batam Center. Lokasi ini merupakan kawasan pariwisata dan pintu masuk jalur internasional. Kebun raya itu berada di tengah-tengah kawasan resort dan wisata alam nongsa antara lain yaitu Tering Bay Golf, Palm Springs Golf, Beach Resort, dan lain-lain sebagainya.


img

Tema Kebun Raya Batam adalah Konservasi Tumbuhan Pulau-pulau kecil di Indonesia. Adapun rencana penyusunan koleksinya adalah berdasarkan biogeographic region, yang meliputi :

- Koleksi dari Kepulauan di wilayah Sundaland

- Koleksi dari Kepulauan di wilayah Wallacea

- Koleksi dari Kepulauan di wilayah New Guinea

- Koleksi dari Kepulauan di wilayah Oceania

- Koleksi dari Kepulauan di wilayah dunia lainnya

Taman tematik yang berupa maze garden, flower garden, children garden dan lain-lain juga direncanakan menjadi salah satu kekuatan kebun raya ini. Selain itu kawasan pesisir yang berupa hutan mangrove akan tetap dipertahankan sebagai daerah yang dihutankan (forested zone) yang dapat diakses dengan menggunakan jembatan/ track dari kayu.

Pembibitan

452 jenis (7.574 spesimen)

Kebun

73 jenis (493spesimen)

Database Koleksi

17.807 spesimen (database penerimaan material) 38 spesimen (database tanaman koleksi)

Katalog Koleksi

-

 

Filosofi Bangunan

Dalam perannya sebagai National Single Window untuk dunia usaha dan perdagangan internasional, kota Batam telah berkembang menjadi kota modern dengan arsitektur bangunan yang modern, tetapi tidak meninggalkan fakta budaya Melayu yang masih melekat terutama dalam pemakaian nama-nama tokoh Melayu untuk fasilitas umum. Sehingga dalam pengembangan Kebun Raya Batam pemilihan desain ruang terbangun merupakan kombinasi antara arsitektur modern dengan akar budaya Melayu, seperti terlihat dalam gambar Masterplan.

 

Iconic building

Sebagai upaya untuk menarik pengunjung, akan dibangun wahana kereta gantung (Botanical Skyway) yang menghubungan zona penerimaan utama dengan zona penerima kedua. Wahana ini memberikan kesempatan pengunjung untuk menikmati koleksi dari sisi “bird view” dan juga kawasan sekitar Pulau Batam