Sebuah kebun raya menjadi indah bukan hanya karena pemandangannya saja, melainkan juga karena pemilihan tema dan konsep pembangunan koleksi tanamannya. Sulawesi Selatan membangun kebun raya dengan tema kekhasan flora Endemisme Wallacea.

Berlokasi di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, 211 kilometer dari Makassar, Kebun Raya Massenrempulu Enrekang dibangun diatas lahan seluas sekitar 300 hektar dan berada disebelah timur kawasan Garis Wallacea yang mencakup Philipina, Sulawesi, Maluku dan Kepulauan Sunda Kecil.


Keberadaannya di kawasan Garis Wallacea itulah yang menjadikannya unik karena kawasan tersebut merupakan zona transisi antara wilayah-wilayah fauna Oriental (Asia) dengan Australasian, sehingga di kawasan ini dapat ditemui beragam jenis flora dan fauna yang berasal dari dua benua yang berbeda didalam satu kawasan.

Kewenangan

Pemerintah Kabupaten Enrekang

Masterplan

2007

MoU

2005 diperpanjang 2012 dan 2017

AMDAL

2008

Koordinat Lokasi

 3o42’ 18.91” LS dan 119o47’ 58.56” BT

Kelembagaan

UPTD Kebun Raya Massenrempulu Enrekang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang

Luas

300 ha

Tema Koleksi

Tumbuhan Kawasan Wallacea

Taman Tematik

Taman Palem, Taman Wangi, Taman Sukulen, Taman Hias dan Taman Obat

Alamat

Jl. Poros Enrekang-Rappang Km.22, Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Enrekang, Sulawesi Selatan 91711

Kontak

(0420) 21719

 

      Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (KRME) terletak di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Lokasi KRME sangat strategis karena berada pada jalur pariwisata Makassar-Toraja, kurang lebih 70 km sebelum Tana Toraja. Sedangkan dari kota Makassar berjarak kurang lebih 211 km yang dapat ditempuh melalui kendaraan darat selama 4-5 jam.


img

Pengkayaan tanaman koleksi di Kebun Raya Massenrempulu Enrekang diperoleh melalui kegiatan eksplorasi tumbuhan maupun perbanyakan tanaman. Pendataan dan peregistrasian dilakukan pada koleksi yang sudah ditanam di kebun maupun bibit-bibit yang masih ada di persemaian.

Dengan demikian seluruh koleksinya baik yang ada di pembibitan maupun yang sudah ditanam di kebun sudah terekam sesuai dengan sistem protokol dan mekanisme kerja registrasi, antara lain memiliki nomor kolektor, nomor akses atau nomor koleksi kebun, serta diketahui asal-usulnya. Koleksi yang sudah ditanam di kebun dikelompokkan dalam vak-vak tematik yang sudah terdokumentasikan dalam database koleksi.

Pembibitan

540 jenis (8.673 spesimen)

Kebun

495 jenis (13.763 spesimen)

Database Koleksi

3.636 spesimen

Katalog Koleksi

2012