Hutan Rimbe Mambang merupakan hutan adat yang dipelihara secara turun temurun oleh masyarakat Desa Dalil. Berbagai versi sejarah hingga mitos telah berkembang di masyarakat terkait nama Rimbe Mambang. Rimbe dalam bahasa melayu berarti belantara, sedangkan mambang adalah hantu. Menurut Azra (2017), mitos yang diyakini masyarakat tentang Rimbe Mambang adalah adanya posko atau basecamp para hantu yang turun dari Gunung Maras, puncak tertinggi di tanah Bangka. Untuk itu kawasan ini sama sekali tidak boleh dilakukan penebangan dengan tujuan dan alasan apapun. Apabila pantangan itu dilanggar, maka yang bersangkutan diwajibkan untuk menyiapkan bubur mirah puteh (bubur yang terbuat dari beras yang diberi santan dan gula aren) yang dilanjutkan dengan tahlilan sebagai tebusan atas kesalahannya.

Pengelolaan Hutan Rimbe Mambang kemudian resmi dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalil setelah dikeluarkannya Peraturan Desa Dalil Nomor 01 Tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Wisata Edukasi Rimbe Mambang. Perdes tersebut mengatur tentang tujuan, wilayah hutan, kepemilikan, sistem pengelolaan, peran masyarakat, dan sistem pendanaan. Pemerintah Kabupaten Bangka menyambut inisiatif Desa Dalil tersebut dengan menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk membangun Kebun Raya. Salah satu alasannya adalah bahwa konsep kebun raya yang memiliki 5 fungsi (konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan) sangat relevan dengan tujuan Kawasan Wisata Edukasi Rimbe Mambang sebagaimana tertuang dalam Perdes, yaitu untuk konservasi, penelitian dan pendidikan, objek wisata, jasa lingkungan, dan peningkatan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Kewenangan

Pemerintah Kabupaten Bangka

Masterplan

2017

MoU

2016

AMDAL

-

Koordinat Lokasi

10 56’ 40” LS dan 1050 51’ 3.6” BT

Kelembagaan

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka

Luas Lahan

55.7 ha

Tema Koleksi

Tumbuhan Asli Bangka Dan Hutan Pamah Sumatera

Taman Tematik

-

Alamat

-

Kontak

-

-

img

Kawasan eksisting Kebun Raya Rimbe Mambang didominasi oleh hutan alam dengan topografi landai (kemiringan 8-15%), diikuti dengan datar (kemiringan 0-8%) dan agak curam (kemiringan 15-30%) yang ditumbuhi berbagai macam jenis tumbuhan asli Bangka. Berdasarkan kondisi di lapangan, kawasan konservasi in situ justru akan mendominasi model pengelolaan Kebun Raya Rimbe Mambang pada masa mendatang. Hal ini berarti bahwa, hanya sebagian kecil kawasan Kebun Raya Rimbe Mambang yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan konservasi ex situ.

Setiap kebun raya di Indonesia memiliki tema koleksi tumbuhan tertentu sesuai dengan karakteristik lingkungan, kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat. Mengacu pada Olson et al. (2001) yang membagi wilayah Indonesia menjadi 47 tipe ekoregion, lokasi kebun raya termasuk dalam wilayah ekoregion pamah Sumatera. Berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka tema koleksi tumbuhan di Kebun Raya Rimbe Mambang yang diusulkan adalah pusat konservasi tumbuhan asli Bangka dan tumbuhan pamah Sumatera.

Tema koleksi diharapkan menjadi keunggulan komparatif Kebun Raya Rimbe Mambang. Penetapan tema ini dimaksudkan untuk mengkonservasi berbagai macam jenis tumbuhan eksisting di lokasi dan jenis-jenis tumbuhan lain yang berasal dari Bangka dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Selain mengkoleksi tumbuhan yang sesuai dengan tema yang telah ditetapkan, berbagai jenis tanaman lanskap sebagai elemen estetika juga akan ditanam di Kebun Raya Rimbe Mambang

Pembibitan

-

Kebun

-

Database koleksi

-

Katalog Koleksi

-