Kebun Raya Universitas Halu Oleo Terus Percantik Diri Dengan Pembangunan Infrastruktur

BERITA | 27 Maret 2017 | Alifiya & Amalia/KR UHO

Pembangunan Kebun Raya Universitas Halu Oleo (KR UHO) merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pimpinan Universitas Halu Oleo (UHO) dalam upaya konservasi tumbuhan. Langkah ini diambil untuk mendukung Kampus UHO sebagai Green Campus yang telah dicanangkan sejak tahun 1995. Pengelolaan ruang terbuka hijau di kampus UHO dilaksanakan oleh UPT Kebun Ilmu Hayati.

Kebun Raya Universitas Halu Oleo menjadi kebun raya pertama di Indonesia yang dikelola oleh Universitas, sehingga tercatat dalam  rekor MURI. Penghargaan tersebut diraih pada saat acara pra launching KR UHO tanggal 23 Maret 2016 lalu.

Kebun Raya UHO yang luasnya 22,88 hektar memiliki Tema Konservasi Tumbuhan Endemik Sulawesi yang terbagi dalam  3 blok, yaitu: blok besar seluas 18,46 hektar, blok kecil (Arboretum) seluas 1 hektar serta blok rawa seluas sekitar 3,42 hektar.

Pada tahun 2017, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI mendukung pembangunan Kebun Raya UHO yang sedang melaksanakan pembangunan taman tematik Rumah Anggrek Sulawesi seluas 309 m2, Pembibitan seluas 200 m2, Rumah Kompos seluas 49 m2 dan jalan lintasan sepanjang 300 meter beserta tiga buah jembatan dengan warna cerah  yang diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung ke Kebun Raya.

Sementara itu, pembangunan Rumah Anggrek, Pembibitan dan Rumah kompos diharapkan dapat selesai pada tahun 2017 sehingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan sebagai sarana konservasi, pendidikan, penelitian, dan wisata oleh civitas akademika UHO dan masyarakat sekitar.