Mengenal Fungsi dan Pengembangan Kebun Raya Sriwijaya

BERITA | 05 Juni 2018 | Nisfal Filsa

PALEMBANG,PE- Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatera Selatan melalui UPTB Kebun Raya Sriwijaya bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI) terus melakukan pengembangan Kebun Raya Sriwijaya untuk mewujudkan visi menjadi salah satu kebun raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi tumbuhan obat dan lahan basah, penelitian, pelayanan pendidikan lingkungan dan pariwisata.

Kepala Balitbangda Provinnsi Sumsel, Ir Lukitariati, Msi mengungkapkan, Kebun Raya Sriwijaya memiliki tiga fungsi utama yaki fungsi Konservasi, Edukasi, Riset dan Rekreasi. “Dari sisi konservasi, tim peneliti dari Balitbangda bersama tim LIPI Kebun Raya Bogor terus mekalukan eksplorasi terhadap tanaman-tanaman yang berada di sekitar wilayah Kebun Raya Sriwijaya terutama tanaman obat yang langka. Hasil eksplorasi tanaman tersebut dipindahkan ke kebun raya untuk dijadikan koleksi dan diupayakan melakukan perbanyakan tanaman tersebut,” ungkapnya. Seperti diketahui Kebun Raya Sriwijaya memiliki kekhasan yakni tanaman obat dan tanaman lahan basah. Pada aspek penelitian/riset pihaknya sudah melakukan penelitian sejak tahun 2015 di lokasi Kebun Raya Sriwijaya dan hingga tahun 2017 ini sudah dilakukan kegiatan kajian strategis oleh peneliti-peneliti Balitbangda Provinsi Sumsel salah satunya kajian tentang pengolahan air gambut di Kebun Raya Sriwijaya, identifikasi potensi tanmanan obat di Desa Bakung dan Kebun Raya Sriwijaya serta mengkaji dampak pembangunan Kebun Raya Sriwijaya terhadap masyarakat sekitar.

“Karena tema kebun raya adalah tanaman obat dan basah, kita juga mengidentifikasi tanaman obat apa saja yang ada diwilayah sekitar kebun raya untuk selanjutnya kita lakukan eksplorasi. Dan untuk memberikan informasi ke masyarakat kita juga sudah menyiapkan website mengenau unformasi tanaman lahan basah Kebun Raya Sriwijaya,” jelasnya. Salah satu umplementasi fungsi kebun raya Sriwijaya di bidang edukasi adalah Program Pelayanan Pendidikan Lingkungan (Pepeling) yang kegiatannya antara lain adalah menyelenggarakan penyuluhan dan penanaman tumbuhgan untuk instansi pendidikan terutama di wilayah Sumsel.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi agar penelitian/riset dalam penyelesaian jenjang pendidikan mahasiswa mereka di arahkan ke Kebun Raya. Selain itu di kebun raya sudah ada fasilitas pendukung yakni Gedung Interpretasi yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai Kebun Raya Sriwijaya. Pengunjung masayarakat umum. Mahasiswa, anak-anak sekolah yang mau belajar kea lam juga bias dilakukan di kebun raya,” sambungnya. Selain itu tahapan dalam memperkenalkan Kebun Raya Sriwijaya sudah kita mulai, baik secara langsung ke masyarakat, melalui media cerak maupun media sosial. meski belum dibuka secara umum, namun masyarakat sekitar sudah banyak yang mengunjungi Kebun raya sekedar untuk bersiwa/foto bahkan untuk foto prewedding. “Dalam mewujudkan fngsi rekreasi di Kebun Raya Sriwijaya kita sedang dalam proses penyiapan 5 taman tematik khas Kebun Raya Sriwijaya yaitu taman tematik obat, taman tematik hias, taman tematik galam, taman tematik pulai , dan taman tematik medang sehingga diharapkan tidak hanya berekreasi, namun pengunjung juga mendapatkan oengetahuan tentang tanaman-tanaman yang ada di Kebun Raya Sriwijaya,” urainya.

Terkait Jasa Lingkungan , penanaman di Kebun Raya Sriwijaya memeberikan pengaruh ekologis langsung terhadap lingkungan, dalam menjaga ketersediaan oksigeb, penyerapan karbon dan menjaga kelembaban udara. Adanya kanal dan pintu air di lokasi kebun raya sangat membantu dalam pengaturan ketinggian air permukaan pada musim hujan dan kemarau. Saat ini jumlah tanaman yang sudah ditanam di Kebun Raya Sriwijaya mencapai 47.811 spesimen dari 76 spesies tanaman. “Penyediaan bibit dan penanaman dilaksanakan oleh pihak ketiga dari perusahaan yang tergabung dalam SKK Migas wilayah SUmsel sebagai pemenuhan kewajiban tanam berdasarkan SK Menteri Kehutanan tentang Penetapan Lokasi Pendananman Dalam rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai,” jelasnya. Pengembangan Kebun Raya Sriwijaya juga dilakukan untuk menambah koleksi tanaman obat dan tanaman langka melalui eksplorasi yang dilakukan tim peneliti Balitbangda Sumsel. “Sampai tahun 2018, kami telah mendapatkan 393 spesies dan 4.088 specimen tanaman koleksi sebagai hasil pelaksanaan konservasi, eksplorasi ini baru dilakukan di sekitar kawasan kebun raya. Pada eksplorasi tahun ini, kami menargetkan 1.000 specimen tanaman yang benar-benar langka agar dapat di budidayakan dan diperbanyak di kebun raya,” paparnya. Pembangunan Kebun Raya Sriwijaya juga berdampak positif pada peningkatan sosia ekonomi masyarakat sekitarm khususnya Desa Bakung dan Desa Patra. “Sebagain masyarakat sekitar sangat mendukung adanya pembangunan kebun raya ini, karena ekonominya meningkat dengan berjualan dan diberdayakan untuk bekerja membangung Infrastruktur penunjang di kebun raya. Selain itu beberapa juga lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian kami libatkan dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun raya. Mereka diberikan pendidikan langsung dari tim peneliti KRS,” tandasnya.

Sumber : Palembang Ekspres