Pembukaan Tahap Awal Kebun Raya Gianyar

BERITA | 17 Juli 2017 | Nina & Masni/KR Gianyar

Kebun Raya Gianyar telah melakukan soft opening pada hari Senin tanggal 17 Juli 2017. Kebun Raya ini berlokasi di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan luas area 9,7 ha. Acara soft opening dimulai pada pukul 11:00 WITA dan dihadiri oleh Bupati Gianyar, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bupati Bangli, rektor INSTIPER Yogyakarta, perwakilan dari Kementerian PUPR,  Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Eka Karya Bali, Kebun Raya Batam, Pejabat/perwakilan OPD seKabupaten Gianyar dan masyarakat Desa Kerta.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan oleh sambutan Perbekel/Kepala Desa Kerta, Bapak I Made Gunawan yang dalam sambutannya menyebutkan bahwa keseriusan Bupati Gianyar dan jajarannya membuatnya merasa yakin dengan pembangunan Kebun Raya Gianyar (KRG). Kepala Desa berharap dengan adanya KRG ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kerta, khususnya dakam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penjelasan profil Kebun Raya Gianyar dilakukan oleh Dr. Joko Ridho Witono yang menyebutkan KRG merupakan Kebun Raya ke-32 di Indonesia dengan proses pembangunan terhitung cepat. Konsep pembangunan KRG berbasis kearifan lokal dengan melestarikan tumbuhan asli Gianyar, tumbuhan upakara, terutama tumbuhan yang digunakan dalam upacara siklus hidup manusia dari kelahiran sampai kematian, serta pelestarian tanaman obat/usada. Melalui acara soft opening ini juga dikenalkan Nyabah (Pinanga arinasae Witono) sebagai ikon Kebun Raya Gianyar.

Bupati Gianyar A. A. Gede Agung Bharata, SH. dalam sambutannya menyebutkan bahwa alam memiliki tiga unsur, yaitu: Eka Pramana, Dwi Permana  dan Tri Pramana. Eka Pramana yaitu makhluk hidup yang tidak berpindah-pindah seperti tumbuhan, Dwi Permana  yaitu makhluk hidup yang memiliki kekuatan seperti hewan, Tri Pramana yaitu makhluk hidup yang memiliki pikiran seperti manusia. Ketiga unsur ini tidak dapat dipisahkan, ketiganya menyatu dalam bentuk budaya yang harus dilestarikan. Kebun Raya Gianyar merupakan salah satu manifestasinya.

Kebun Raya Gianyar merupakan salah satu bentuk usaha untuk melakukan konservasi tumbuhan secara ex situ. Setiap kebun raya diharapkan mampu mempresentasikan keanekaragaman tumbuhan di daerahnya. Dengan adanya KRG ini,  Wakil Kepala LIPI Prof. Dr. Bambang Subiyanto juga berharap dapat menambah wawasan edukatif masyarakat serta menjadi salah satu tujuan wisata baru di Gianyar. Pembangunan suatu kebun raya hendaknya selalu melibatkan masyarakat dari awal, agar setiap proses dari pembangunannya dapat didampingi oleh masyarakat, selain itu agar masyarakat memiliki rasa memiliki dari awal.

Nama Kebun Raya Gianyar dikukuhkan oleh Wakil Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Gianyar A. A. Gede Agung Bharata, SH.,  sebagai tanda soft opening Kebun Raya Gianyar dan peninjauan ke kawasan in situ KRG, taman tematik upakara dan usada, rumah anggrek dan pembibitan.