Pengenalan Konservasi Dan Pengembangan Potensi Daerah

BERITA | 12 Oktober 2017 | Redaksi KR Bogor

Sebagai lembaga yang khusus menangani konservasi tumbuhan Indonesia dengan visi dan misi menjadi salah satu kebun raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan dan pariwisata, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya – LIPI akan berupaya untuk terus memperkuat bobot ilmiah di dalam pengelolaan koleksi, mengembangkan model pengelolaan tumbuhan secara ex situ, meningkatkan mutu penelitian di bidang konservasi, domestikasi, ekonomi botani dan reintroduksi tumbuhan Indonesia, meningkatkan mutu pelayanan publik, termasuk mutu pendidikan lingkungan dan penyediaan informasi ilmiah, memperkuat jaringan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun dari luar negeri, meningkatkan dan memperkuat capacity building sumber daya manusia.

Untuk menunjang visi dan misi tersebut agar lebih membumi dan dikenal oleh masyarakat akar rumput, maka PKT Kebun Raya – LIPI melakukan kegiatan diseminasi Iptek berupa Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah pada tanggal 6 – 7 Oktober 2017 di Desa Onkaw Dua , Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Minahasa adalah daerah yang kaya akan sumberdaya alam hayati, non hayati dan sumberdaya buatan. Seluruh sumberdaya tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. Data yang ada pada Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Minahasa tercatat bahwa Kabupaten Minahasa memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan pariwisata yaitu 45 obyek wisata yang tersebar di Kabupaten Minahasa yang terdiri dari: 16 wisata alam, 15 wisata budaya dan buatan, serta 14 wisata dengan minat khusus. Sedangkan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai 17 Kecamatan dimana 7 (tujuh) Kecamatan diantaranya memiliki garis pantai seperti Kec. Tatapaan, Kec. Tumpaan, Kec. Amurang Timur, Kec. Amurang, Kec. Amurang Barat, Kec. Tenga dan Kec. Sinonsayang dengan panjang pantai mencapai 148 Km, memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Kabupaten Minahasa Selatan merupakan daerah yang sangat potensial sebagai tempat wisata pantai dengan 14 lokasi wisata dan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil seluas 255 ha yang tersebar di seluruh Kabupaten Minahasa Selatan, sedangkan budidaya perikanan lautnya paling tidak akan mencukupi kebutuhan di Kabupaten Minahasa dengan luas areal 2.720 ha, sedangkan budidaya perikanan darat mencapai luas 1.435 ha. Acara diseminasi Iptek LIPI ini dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bara K. Hasibuan, Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Dr. Augy Sahilatua, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Eksitu, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya – LIPI, Dr. Joko Ridho Witono, M.Sc, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Minahasa Selatan, Ir. Decky Keintjem, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Abdul Saman Katili, ST, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Manado, Prof. Ravolson Mega, Camat Sinonsayang, Martinus Lahengko, S.Pd, Sekretaris Desa Ongkaw Dua, Donald Woengow dan 150 tamu undangan dari Wakil Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan masyarakat sekitar Kecamatan Sinosayang, Kabupaten Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara.
Dalam kata sambutannya Anggota Komisi VII DPR RI, Bara K. Hasibuan mengatakan bahwa Komisi VII DPR RI membidangi energi, lingkungan hidup, riset dan teknologi dimana salah satu lembaga mitranya yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang pada saat ini akan melakukan diseminasi Iptek terkait konservasi dan pengembangan potensi daerah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas potensi daerah di Kabupaten Minahasa dan menumbuhkan kesadaran baru untuk meningkatkan keterampilan yang berdampak pada peningkatan taraf taraf kehidupannya.
Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Dr. Augy Sahilatua menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi Iptek ini merupakan salah satu pengabdian dan dharma bakti LIPI terhadap masyarakat terkait pemasyarakatan hasil-hasil penelitian LIPI yang salah satunya berupa penemuan Pupuk Organik Hayati (POH) Beyonic LIPI dan produk temuan Jati Platinum LIPI yang tumbuh sangat cepat dengan daya adaptasi terhadap lingkungan yang sangat baik. Ia juga berharap bahwa para Wakil Gapoktan yang saat ini hadir untuk dapat memaksimalkan kesempatan baik ini agar dapat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait topik-topik yang akan dibahas.
Pada kesempatan yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang mewakili Bupati, Ir. Decky Keintjem menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa menyambut gembira acara diseminasi Iptek LIPI ini yang akan dapat memberikan ilmu dan wawasan bagi masyarakat Minahasa. Ia juga menjabarkan bahwa Indonesia pada saat ini sedang mengadakan program yg bersinergi utuk pembangunan ekonomi yg berkelanjutan dan diharapkan melalui desiminasi Iptek LIPI akan dapat mewujudkan program pemerintah terkait peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi yg bersinergi utuk mengembangkan teknologi yang ada di Minahasa Selatan. Terkait peningkatan pengetahuan masyarakat akan teknologi terkini perlu adanya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan LIPI sebagai Pembina masyarakat terkait teknologi. Dalam kaitan diseminasi Iptek LIPI ini telah disumbangkan 1000 bibit durian monthong, 500 kelapa hibrida, 500 bibit jati platinum LIPI, 130 botol Pupuk Organik Hayati (POH) Beyonic LIPI dan 1 alat pembuat POH. Dilakukan pula penanaman pohon secara simbolis oleh Anggota Komisi VII DRI dan para undangan disekitar Kantor Desa. Bibit yang ditanam adalah bibit durian monthong dan kelapa hybrid.
Pada hari berikutnya Anggota Komisi VII DPR RI, Bara K. Hasibuan melakukan kunjungan kerja ke UPT Loka Konservasi Biota Laut (LKBL) Bitung - LIPI untuk melihat secara langsung sarana penelitian sumber daya laut khusunya di Sulawesi Utara. Beliau sangat prihatin dengan minimnya sarana penelitian yang ada di LIPI Bitung. Mudah-mudahan kedatangan beliau memberi harapan tersedianya sarana penelitian yang dibutuhkan para peneliti di UPT LKBL Bitung.