Penataan taman tematik

Lokasi penataan taman tematik dilakukan di kebun raya daerah prioritas, yaitu KR Kuningan, KR Enrekang dan KR Samosir yang masing-masing terdiri atas dua paket penataan taman koleksi tematik, sehingga taman tematik yang dibangun berjumlah 6 buah. Output dari kegiatan ini adalah desain dan tertatanya taman tematik yang lokasinya disesuaikan dengan master plan yang telah ada.

Desain taman tematik di KR Kuningan telah dilakukan, yaitu Taman Koleksi Tematik Tumbuhan Bebatuan dan Taman Koleksi Tematik Bambu. Taman Tematik ‘’Buyut Emeng” dan “Batu Beheungan”  adalah taman tematik yang diperuntukan untuk koleksi tumbuhan bebatuan. Sedangkan taman Tematik “Awi Sieugeug” diperuntukkan untuk koleksi-koleksi tumbuhan bambu. Kebun Raya Kuningan nantinya diharapkan sebagai pusat konservasi bagi tumbuhan bebatuan Gunung Ciremai. Oleh karena itu, pemilihan jenis-jenis yang akan ditanam di kedua taman tematik tersebut akan lebih di utamakan untuk tumbuhan yang berasal dari vegetasi hutan Gunung Ciremai.

Desain taman tematik yang di bangun di KR Enrekang adalah Taman Tematik Koleksi tanaman hias dan Taman Tematik Koleksi tanaman wangi. Taman Tematik Koleksi tanaman hias merupakan kawasan yang diperuntukan bagi koleksi hias flora Wallace seperti Diospyros celebica, Eucalyptus deglupta, Pigafetta filaris, Areca vestiaria, Livistona rotundifolia, dll. Sedangkan, taman tematik wangi diperuntukan bagi koleksi dari jenis-jenis tanaman wangi atau bersifat aromatik. Elemen tanaman koleksi pembentuk Taman Wangi terdiri atas berbagai habitus, seperti pohon, perdu, semak, tanaman merambat dan rumput. Tanaman-tanaman yang ada di taman ini diharapkan menjadi objek potensial untuk penelitian minyak aromatik yang sangat diperlukan oleh berbagai macam industri komersial (obat-obatan, kosmetik, parfum, makanan, minuman, dll.).  

Taman tematik yang dibangun di KR Samosir adalah taman tematik “Puspa” dan taman tematik “Etnobotani”. Taman puspa berfungsi untuk mengoleksi jenis-jenis tanaman berbunga terutama jenis semak, perdu dan merambat. Sedangkan taman etnobotani berfungsi untuk mengoleksi jenis-jenis tanaman yang dimanfaatkan oleh suku Batak Toba di Pulau Samosir. Taman Tematik etnobotani dibangun menjadi satu kesatuan dengan Museum Etnobotani, dengan adanya taman tematik ini diharapkan nantinya pengunjung akan dapat sekaligus mengenal tumbuhan dan budaya batak toba di pulau samosir.

Pada pembangunan taman tematik koleksi dilakukan tahap persiapan dan pelaksanaan, yaitu pengukuran tapak, pematokan, pembersihan tapak, pekerjaan tanah pada area entrance, dan identifikasi lokasi. Kegiatan pendukung yang dilakukan adalah perbanyakan, pengkoleksian dan peregistrasian tumbuhan koleksi, pembelian dan perbanyakan tumbuhan pengisi lansekap.