Tim Jelajah Bumi Singgahi Kebun Raya Indrokilo

BERITA | 26 April 2018 | Nisfal Filsa

BOYOLALI- Tim Jelajah Bumi singgah di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), Selasa (24/4) sore. Tim terdiri atas delapan pesepeda dan 10 official. ''Sekarang kami sedang mampir di Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Tujuannya yang pasti kami ingin menggelorakan semangat mencintai bumi, khususnya lagi mengembalikan keanekaragaman hayati, dan yang terpenting, yakni menggelorakan pembangunan kebun raya di daerah,'' ujar salah satu anggota Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Sujati.

Dijelaskan, YRKI melalui Gerakan Jelajah Bhumi turut berperan aktif dalam mengembalikan kejayaan alam Indonesia. Republik Indonesia yang dahulu mendapat julukan mega-biodiversity,saat ini mulai dipertanyakan seiring dengan status genting kondisi keanekaragaman hayati Indonesia.

Berbagai ragam aksi kepedulian lingkungan hidup telah dijalankan oleh Gerakan Jelajah Bhumi, salah satunya yakni aksi turing sepeda kayuh sejauh 1.000 kilometer dengan istilah Jelajah Bhumi. Sebanyak delapan pesepeda beserta 10 official pendamping diberangkatkan dari Jakarta menuju ke Surabaya dan singgah di Boyolali.

Observasi dan Pariwisata

Menurutnya, keberadaan kebun raya mempunyai fungsi yang luar biasa. Selain dapat digunakan untuk observasi dan penelitian serta pendidikan kepada anak tentang lingkungan, sekaligus juga dapat menjadi sebagai pariwisata.

Program turing Jelajah Bhumi ini telah dimulai dari Jakarta pada Kamis (12/4) menuju ke berbagai kebun raya yang ada di Pulau Jawa. Kebun raya tersebut antara lain Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, dan Kebun Raya Kuningan. Kemudian dilanjutkan ke Kebun Raya Baturaden, Kebun Raya Indrokilo, dan Kebun Raya Purwodadi di Jombang. Turing pesepeda ini akan berakhir di lokasi pelaksanaan Festival Jaga Bhumi di Mangrove Wonorejo, Surabaya pada Minggu (29/4), yang akan ditandai dengan pembangunan Kebun Raya Mangrove di wilayah tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pihak yang mengelola KRIB menyambut baik atas kunjungan para pesepeda yang membawa misi kepedulian lingkungan ini. ''Jadi memang KRIB masih sangat baru dan masih diluncurkan tahun depan, tetapi kami selalu didukung oleh berbagai pihak, yang artinya akan menjadi semangat bagi kita bersama. sehingga kita memiliki kota yang green city yang layak huni untuk kita semua,'' ungkap Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Totok Eko YP.(G10-43)

 

Sumber : Suaramerdeka