Workshop Strategi Komersialisasi Produk Dalam Pengembangan UKM Di Technopark Enrekang

BERITA | 26 Oktober 2017 | Nisfal Filsa

Kemajuan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah salah satu aspek perkembangan suatu daerah. Untuk pengembangan UKM di Enrekang maka pada 26 Oktober 2017 digelar Workshop Strategi Komersialisasi Produk dalam Pengembangan UKM. Acara yang digelar di Kantor Pengelola, Kebun Raya Massenrempulu Enrekang ini dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Eksitu, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya – LIPI, Dr. Joko Ridho Witono, M.Sc, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigraai Kabupaten Enrekang, Bapak Umar Safi, Peneliti Bioteknologi – LIPI, Rusli Fidriyanto, Head of Membership Department – GS1, Kumoro Wijanarko, dan Syahdan Barbar sebagai moderator. Anggota acar ini antara lain UKM Sehati Jaya, KWT Setia, KWT Takang Baba,  Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakin), dan Dinas Koperindag.

“Technopark dapat memajukan UKM di daerah sekitarnya. 100 technopark telah direncanakan oleh pemerintah.” ujar Dr. Joko Ridho Witono. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memajukan UKM khusunya di Technopark Enrekang. Perkembangan Technopark Enrekang antarlain dibidang peternakan, perkebunan, pertanian dan kehutanan. Beliau juga mengatakan “Beberapa tahun kedepan bawang goreng Enrekang bisa bersaing dengan bawang goreng Palu yang sudah terkenal”.

Menurut Umar Safi “Untuk mencapai Visi dan Misi Kabupaten Enrekang salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM)”. Koperasi memiliki peran besar untuk kemajuan UKM. “Perutumbuhan ekonomi di Enrekang 6.59% berada diatas standar nasional 5.2%. Angka kemiskinan di enrekang berkurang dari 15.000 KK (Kartu Keluarga) hanya tersisa 8.000 KK menurut PBB tahun 2015”.

Dalam acara ini Rusli Fidriyanto memapaparkan berbagai masalah umum UKM yaitu finansial (modal) dan non-finansial (organisasi manajemen), prinsip dalam pengawetan produk, dan perizinan. ”Perizianan diperlukan UKM untuk membuat suatu produk menjadi legal dan menghindari masalah dengan BPOM”.

Kemajuan teknologi harus dioptimalkan untuk memajukan UKM, cara pengoptimalannya adalah melalui media sosial untuk pemasaran dan identifikasi produk dengan barcode untuk data. Dengan bantuan barcode barang akan lebih mudah didistribusikan. “Retail membutuhkan UKM. Karena Retail membutuhkan produk local daerah. Dengan barcode akan lebih mudah untuk bergabung dengan Retail”.